Monday, June 11, 2012

Penelitian Pembelajaran Bahasa Indonesia


MEMILIH PENDEKATAN

KATA PENGANTAR


Puji syukur atas kehadirat allah swt,karena atas rahmatnya dan hidayahnya penulis dapat menyelesaikan makalah ini tepat pada waktunya. Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas yang diberikan oleh dosen pengampu mata kuliah penelitian pembelajaran bahasa Indonesia. Penulis menyadari bahwa  makalah ini masih belum sempurna.Oleh karena itu,penulis mengharap saran dan kritik yang bersifat membangun agar penulis dapat lebih baik lagi dalam pembuatan makalah ini.

Penulis juga mengucapkan banyak terimakasih kepada:
1.      Drs  Muntazir,selaku dosen pengampu mata kuliah penelitian pembelajaran bahasa indonesia
2.      Kedua orang tua
3.      Teman-teman yang ikut serta dalam mendukung dan membantu selesainya makalah ini

Demikian makalah ini dibuat,penulis berharap makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca dan penulis khususnya.Atas segala kekurangan dan kekeliruan dalam pembuatan makalah ini,penulis mohon maaf.terima kasih


Pringsewu,27 april 2012

                                                                                                                               Kelompok VI
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL………………………………………………………………………i
KATA PENGANTAR…………………………………………………………………….ii
DAFTAR ISI……………………………………………………………………………….iii
BAB I PENDAHULUAN
            1.1Latar belakang…………………………………………………………………..1
BAB II PEMBAHASAN
            2.1Jenis-jenis pendekatan…………………………………………………………..2
            2.2Penelitian tindakan………………………………………………………………
            2.3 Prinsip penelitian tindakan……………………………………………………..
            2.4Model penelitian tindakan………………………………………………………
            2.5Sasaran objek penelitian tindakan……………………………………………..
           2.6 Laporan penelitian tindakan……………………………………………………
           2.7Contoh rencana penelitian tindakan kelas……………………………………..
           2.8Penelitan tindakan untuk kepala sekolah dan pengawas……………………...
          2.9Penentuan pendekatan…………………………………………………………....
BAB III PENUTUP
            3.1Kesimpulan………………………………………………………………………
DAFTAR  PUSTAKA………………………………………………………………………

BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar belakang
Langkah memilih pendekatan ini sebenarnya bisa lebih tepat ditempatkan setelah penelitian mentukan dengan tegas variabel penelitian.dalam hal ini penulis berpendapat bahwa antara penentuan variabel penelitian dan pemilihan pendekatan sebenarnya dilakukan maju mundur,bolak-balik,variabel penelitian memang sangat menentukan bentuk atau jenis pendekatan.namun,jelas pendekatan juga tidak dapat diabaikan perananya dalam menentukan perincian variabel secara teliti.oleh karena itu,hanya karena alasan bahwa 2 hal tersebut tidak dapat dibicarakan sekaligus,dan yang satu harus mendahului yang lain,maka pembicaraan masalah pemilihan pendekatan ini penulis dahulukan.jenis pendekatan ini dapat ditinjau dari segi teknik sampling,timbulnya variable(eksperimen non-eksperimen beserta desain-desainnya)dan model pertumbuhan.pemilihan pendekatan tergantung dari tujuan penelitian,waktu dan dana yang tersedia,tersedianya subjek dari tujuan serta minat dan selera penelitian










BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Jenis-Jenis Pendekatan
Secara singkat pendekatan penelitian dapat dibedakan atas beberapa jenis,tergantung dari sudut pandangnya,walaupun sebenarnya antara jenis yang satu dengan jenis yang lain kadang-kadang saling over lapping
1.      Jenis pendekatan menurut teknik sampling adalah:
v  Pendekatan populasi
v  Pendekatan sampel
v  Pendekatan kasus
2.      Jenis pendekatan menurut timbulnya variabel adalah:
v  Pendekatan non eksperimen
v  Pendekatan eksperimen
3.      Jenis pendekatan menurut pola-pola atau sifat penelitian non eksperimen
v  Penelitian kasus(case studies)
v  Penelitian kausal komparatif
v  Penelitian korelasi
v  Penelitian historis
v  Penelitian filosofis
4.      Jenis pendekatan menurut model pengembangan atau model pertumbuhan
v  ‘’One shot’’model yaitu model pendekatan yang menggunakan satu kali pengumpulan data pada’’ suatu saat’’
v  Longitudinal model yaitu mempelajari berbagai tingkat pertumbuhan dengan cara’’mengikuti’’perkembangan bagi individu-individu yang sama
v  Cross sectional model yaitu gabungan antara model a dan b,untuk memperoleh data yang lebih lengkap yang dilakukan dengan cepat,sekaligus dapat menggambarkan perkembangan individu selama dalam masa pertumbuhan karena mengalami subjek dari berbagai tingkat umur
5.      Jenis pendekatan menurut desain atau rancangan penelitiannya yang ini sebenarnya masuk dalam pendekatan eksperimen
Walaupun ada beberapa jenis atau rancangan penelitian,namun secara garis besar ada tiga rancangan dasae yaitu:
v  Rancangan rambang lugas
v  Rancangan ulangan
v  Rancangan faktoria

Campbell & Stanley membagi jenis-jenis desain ini berdasarkan atas baik buruknya eksperimen atau sempurna tidaknya eksperimen.Secara garis besar mereka mengelompolan atas
v  Prement experiment(eksperimen yang belum baik) design ini sering kali dipandang sebagai eksperimen yang tidak sebenarnya.oleh karena itu,sering disebut juga dengan istilah’’quasi experiment’’atau eksperimen pura-pura.disebut demikian karena eksperimen jenis ini belum memenuhi persyaratan seperti cara eksperimen yang dapat dikatakan ilmiah mengikuti peraturan-peraturan tertentu
v  True experiment design yaitu jenis-jenis eksperimen yang dianggap sudah baik karena sudah memenuhi persyaratan.yang dimaksud dengan persyaratan dalam eksperimen adalah kelompok lain yang tidak dikenal eksperimen dan ikut mendapatkan pengamatan.dengan adanya kelompok lain yang disebut kelompok pembanding atau kelompok control ini akibat yang diperoleh dari perlakuan dapat diketahui secara pasti karena dibandingkan dengan yang tidak mendapat perlakuan
                 





2.2 Penelitian Tindakan
Menurut pengertian tindakan adalah penelitian tentang hal-hal yang terjadi di masyarakat atau kelompok sasaran dan hasilnya langsung dapat dikenakan pada masyarakat yang bersangkutan.ciri atau karakteristik utama dalam penelitian tindakan adalah partisipasi dan kolaborasi antara penelitian dengan anggota kelompok sasaran.penelitian tindakan adalah salah satu strategi pemecahan masalah yang memanfaatkan tindakan nyata dalam bentuk proses pengembangan inovatif yang’’dicoba sambil jalan’’dalam mendeteksi dan memecah
kan masalah.
Ada beberapa prinsip yang harus dilakukan oleh penelitian tindakan sebagai berikut:
1)      Permasalahan atau topik yang dipilih harus memenuhu kriteria yaitu benar-benar nyata dan penting,menarik perhatian dan mampu ditangani,serta berada dalam jangkauan kewenangan peneliti untuk melakukan perubahan
2)      Kegiatan penelitian,baik intervensi maupun pengamatan yang dilakukan tidak boleh sampai mengganggu atau menghambat kegiatan utama
3)      Jenis intervensi yang dicobakan harus efektif dan efisien artinya terpilih dengan sasaran dan tidak memboroskan waktu,dana dan tenaga
4)      Metodologi yang digunakan harus jelas,rinci,dan terbuka,setiap langkah dari tindakan dirumuskan dengan tegas, sehingga orang yang bermint terhadap penelitian tersebut dapat mengecek setiap hipotesis dan pembuktianya
5)      Kegiatan penelitian diharapkan dapat merupakan proses kegiatan yang berkelanjutan(on going),mengingat bahwa pengembangan dan perbaikan terhadap kualitas tindakan memang tidak dapat terhenti tetapi menjadi tantangan sepanjang waktu

Namanya adalah penelitian tindakan kelas,terdori dari tiga kata yang dapat dipahami pengertianya sebagai berikut:
v  Penelitian –kegiatan mencermati suatu objek,menggunakan aturan metodologi tertentu untuk memperoleh data atau informasi yang bermanfaat untuk meningkatkan mutu suatu hal yang menarik minat dan penting bagi peneliti
v  Tindakan-sesuatu gerak kegiatan yang sengaja dilakukan dengan tujuan tertentu,yang dalam penelitian ini berbentuk rangkaian siklus kegiatan
v  Kelas-adalah sekelompok siswa yang dalam waktu yang sama menerima pelajaran yang sama dari seorang guru



2.3 Prinsip Penelitian Tindakan
Ciri terpenting dari penelitian tindakan adalah bahwa penelitian tersebut merupakan suatu upaya untuk memecahkan masalah,sekaligus mencari dukungan ilmiahnya
Dari ciri tersebut maka penelitian tindakan dapat dilakukan dengan tujuan,setting dan lokasinya yang sekaligus tertuang dalam namanya,antara lain:
1)      Penelitian tindakan partisipatori(participatory action research)yaitu kegiatan penelitian yang dilakukan dengan menekankan keterlibatan masyarakat agar merasa ikut serta memiliki program kegiatan tersebut serta berniat ikuy aktif memecahkan masalah berbasis masyarakat
2)      Penelitian tindakan kritis(critical action research)yaitu penelitian yang dilakukan dengan menekankan adanya niat yang tertinggi untuk bertindak memecahkan masalah dan menyempurnakan
3)      Penelitian tindakan kelas(classroom action reseach)yaitu penelitian yang dilakukan oleh guru ke kelas atau disekolah tempat ia mengajar dengan penekanan pada penyempurnaan atau peningkatan proses dan praksis pembelajaran
4)      Penelitian tindakan institusi(institutional action research)yaitu dilakukan oleh pihak pengelola sekolah  sebagai sebuah organisasi pendidikan untuk meningkatkan kinerja,proses,dan produktivitas lembaga


2.4 Model Penelitian
Penelitian  tindakan ini dapat dipandang sebagai tindak lanjut dari penelitian deskriptif maupun eksperimen
v  Dikatakan sebagai kelanjutan penelitian deskriptif karena penelitian tindakan dimulai dari mencari informasi tentang keadaan sesuatu dalam rangka mencari kelemahan dengan mendeskripsikan hal-hal yang terkait dengan kelemahan tersebut dan selama penelitian tindakan berlangsung,penelitian mengamati terjadinya tindakan kemudian mendeskripsikan dalam bentuk informasi
v  Dikatakan sebagai kelanjutan penelitian eksperimen karena tujuan dari penelitian tindakan adalah mengetahui dampak dari sebuah perlakuan,yaitu mencobakan sesuatu,lalu dicermati akibat dari perlakuan tersebut.merupakan kelanjutan karena sesudah diketahui dampak perlakuan,penelitian melanjutkan dengan berfikir tentang perlakuan yang lebih baik.perlakuan tersebut dicermati lagi untuk diketahui dampaknya,kemudian peneliti berfikir tentang perlakuan yang lebih baik
Tindakan yang diterapkan dalam penelitian tindakan kelas melalui tahapan sebagai berikut:
v  Tahapan 1:menyusun rancangan tindakan dan dikenal dengan perencanaan,yang menjelaskan tentang apa,mengapa,kapan,dimana,oleh siapa dan bagaimana tindakan tersebut dilakukan.penelitian tindakan yang ideal sebetulnya dilakukan secara berpasangan antara pihak yang melakukan tindakan dan pihak yang mengamati proses jalannya tindakan
v  Tahapan 2:pelaksanaan tindakan yaitu implementasi atau penerapan isi rancangan di dalam kancah,yaitu mengenakan tindakan di kelas
v  Tahapan 3:pengamatan,yaitu pelaksanaan pengamatan oleh pengamat.
Tahapan 4:refleksi atau pantulan,yaitu kegiatan untuk mengemukakan kembali apa yang sudah terjadi.