Wednesday, June 20, 2012

Membaca Efisien SQ3R


Membaca Efisien SQ3R *Sistem membaca SQ3R yang dikemukakan oleh Francis P. Robinson tahun 1941, dalam Soedarso. 1989: 59, merupakan sistem membaca yang semakin populer digunakan orang. SQ3R merupakan proses membaca yang terdiri dari lima langkah yaitu Survey, Question, Read, Recite (atau Recall), dan Review. *Teknik SQ3R adalah teknik membaca yang menggunakan langkah-langkah dalam pelaksanaannya *Salah satu tekhnik pengajaran membaca yang digunakan dalam kelas-kelas tinggi ialah metode telaah tugas atau SQ3R.* Dari pengertian SQ3R di atas yang dikemukakan oleh para ahli dapat disimpulkan bahwa Tekhnik SQ3R adalah tekhnik membaca yang menggunakan langkah-langkah dalam pelaksanaannya, tekhnik SQ3R adalah salah satu tekhnik pengajaran membaca yang digunakan dalam kelas-kelas tinggi. SQ3R merupakan proses membaca yang terdiri dari lima langkah yaitu Survei, Question, Read, Recite, (recall), dan Review.
Langkah 1: S – Survei *Menurut Soedarso, 2005 dalam (Dalman. 2010: 75), survei atau prabaca adalah teknik untuk mengenal bahan sebelum membacanya secara lengkap, dilakukan untuk mengenal organisasi dan ikhtisar umum yang akan dibaca dengan maksud untuk mempercepat menangkap arti, mendapatkan abstrak, mengetahui ide-ide, melihat susunan (organisasi) bahan bacaan tersebut, mendapatkan minat perhatian yang saksama terhadap bacaan, dan memudahkan mengingat lebih banyak dan memahami lebih mudah. *Menurut Robinson, 2008 dalam (Dalman. 2010: 75), survey ialah langkah membaca untuk mendapatkan gambaran keseluruhan yang terkandung di dalam bahan yang dibaca ditunjukan dengan gambar-gambar.  *Menurut Francis P. Robinson tahun 1941, tujuan Survei adalah: a. mempercepat menangkap arti, b. mendapatkan abastrak, c. mengetahui ide-ide penting, d. melihan susunan (organisasi) bahan bacaan, e. Mendapatkan minat perhatian yang seksama terhadap bacaan, f. Memudahkan mengingat lebih banyak dan memahami lebih mudah.
Langkah 2: Q – Question *Question ialah langkah yang memerlukan pembaca mengutamakan suatu ciri soal setelah mendapati teks tersebut berkaitan dengan keperluan tugasnya.
Langkah 3: R – Read *Setelah melewati tahap survei dan timbul pertanyaan yang Anda harapkan akan mendapat jawaban di bacaan yang Anda hadapi, langkah berikutnya adalah Read (membaca). *Pada tahap membaca ini ada dua hal yang perlu diperhatikan, yaitu: 1. Jangan membuat catatan-catatan. Ini akan memperlambat anda dalam membaca. Selain itu juga berbahaya, catatan anda itu bisa jadi hanya merupakan kutipan kata-kata penulisnya saja. 2. Jangan membuat tanda-tanda seperti garis bawah pada kata maupun frase tertentu, bisa jadi setelah Anda selesai membaca acap kali ternyata Anda salah memilihnya. Kalau memang ada yang menarik atau Anda anggap penting cukup anda beri tanda silang di pinggir halaman dulu. Untuk kemudian nanti dapat di cek kembali.
Langkah 4: R – Recite atau Recall *Setiap selesai membaca berhentilah sejenak. Cobalah menjawab pertanyaan-pertanyaan bagian itu atau menyebutkan hal-hal penting dari bab itu. Pada kesempatan itu, Anda dapat juga membuat catatan seperlunya. Jika mengalami kesulitan, ulangi membaca bab itu sekali lagi. Sebelum menginjak langkah selanjutnya, pastikan empat langkah ini Anda jalani dengan benar. Sekalipun mudah dimengerti, tahap mengutarakan kembali hal-hal penting itu jangan dilewatkan agar tiak mudah kita lupakan.
Langkah 5: R – Review *Daya ingat kita terbatas. Sekalipun pada waktu membaca 85% kita menguasai isi bacaan, kemampuan kita dalam waktu 8 jam untuk mengingat detail yang penting tinggal 40%. Dalam tempo dua minggu pemahaman kita tinggal 20%. Oleh karena itu, jangan lewatkan langkah terakhir ini, yaitu review. *Setelah selesai keseluruhan dari apa yang harus dibaca, ulangi untuk menelusuri kembali judul-judul dan subjudul dan bagian penting lainnya dengan menemukan pokok-pokok penting yang perlu untuk diingat kembali. *Tahap ini selain membantu daya ingat dan memperjelas pemahaman juga untuk mendapatkan hal-hal penting yang barangkali kita lewati sebelum membaca ulang hal ini.
Menemukan Ide Pokok *Dalam  membaca apa saja, hendaknya Anda menemukan ide pokok. Baik secara emosional maupun secara intelektual kita harus tunduk pada prinsip satu ini: apabila kita membaca untuk menemukan ide pokok dengan sendirinya detail akan terurus. Untuk memudahkan Anda mendalami buku, hendaknya Anda selalu menemukan ide pokok pada setiap buku yang meliputi: ide pokok buku keseluruhan, ide pokok bab, ide pokok bagian bab / subbab, dan ide pokok paragraf.
Cara Membaca Ide Pokok *Menurut Soedarso, 2005 dalam (Dalman. 2010: 80). Untuk mendapatkan ide pokok dengan cepat, Anda harus berpikir bersama penulis.
Mengetahui Ide Pokok Paragraf  *Menurut Dalman. 2010: 81, bahwa paragraf adalah kumpulan kalimat yang berisi satu gagasan. Satu paragraf mengandung satu ide, satu pokok pikiran, satu tema dan satu gagasan.  *Sedangkan menurut Subarti Akhadiah dkk. 1997: 189, bahwa paragraf adalah inti penuangan buah pikiran dalam sebuah pikiran. (Subarti Akhadiah dkk. 1997: 189) *Berbeda dengan pendapat E. Zaenal Arifin  dan S. Amran Tasai. 2008: 115, bahwa paragraf adalah seperangkat kalimat yang membicarakan sesuatu gagasan atau topik.  
Cara Mengenali Kalimat Kunci *Kalimat kunci paragraf mengandung pernyataan tentang kata benda atau kata ganti orang yang dominan atau yang menjadi topik (secara umum, garis besar) paragraf itu. *Untuk mengenali kalimat kunci dapat Anda ikuti petunjuk berikut: 1. Anda cari kata benda atau kata ganti yang dominan. Lalu lanjutannya, yang akan berisi keterangan, “artinya adalah …..” atau semacamnya. 2. Anda cari pernyataan umum. Lalu Anda bertanya: Apakah kalimat lainnya itu mendukung dalam menjabarkan ide pokok itu?. 3. Jika ide pokoknya sulit ditemukan dan dipahami atau merupakan suatu yang abstrak, ada baiknya Anda baca detailnya atau kalimat  jabarannya agak lambat untuk mendapatkan pemahamannya lebih cermat. Jika ide pokoknya mudah dipahami, detailnya barangkali dapat diabaikan saja atau dibaca dengan kecepatan tinggi.
Mengenali Detail Penting *Detail adalah fakta atau informasi yang dikemas dalam paragraf untuk membuktikan, menjabarkan, dan memberikan contoh yang mendukung ide pokok.  *Salah satu cara mengenali detail penulisan adalah dengan cara mencari petunjuk yang digunakan oleh penulis untuk membantu pembaca, baik berupa visual maupun kata-kata penuntun. Kata-kata bantu visual itu misalnya: (a) ditulis kursif (huruf miring), (b) digarisbawahi, (c) dicetak tebal, (d) dibubuhi angka-angka, (e) ditulis dengan menggunakan huruf-huruf: a, b, dan c (seperti daftar ini).
Membaca Secara Kritis *Membaca secara kritis adalah cara membaca dengan melihat motif penulis dan menilainya. *Membaca tidak hanya menerima pasif dari penulis seperti kalau kita menerima bingkisan, tetapi aktif seperti  kalau kita menangkap bola dan melempar bola, kedua-duanya harus aktif.  *Langkah-langkah Mambaca Kritis antara lain: 1. Mengerti isi bacaan, mengenali fakta-faktanya dan menginterpretasikan apa yang anda baca artinya: mengerti benar ide pokoknya, mengetahui fakta dan detail pentingnya, dan dapat membuat kesimpulan dan interpretasi dari ide-ide itu. Fakta menambah informasi. Ide-ide meningkatkan pemahaman. Mendapatkan informasi sekadar mengetahui bahwa sesuatu itu fakta, sedangkan pemahaman adalah mengetahui segala sesuatu tentang fakta, yaitu : mengapa merupakan fakta?, apa hubungannya dengan fakta-fakta itu?, di mana persamaannya?, di mana perbedaannya?. 2. Menguji sumber penulis, apakah dapat dipercaya? Cukup akurat kah? Dan kopeten dibidangnya? Di sini termasuk pandangan dan tujuan serta asumsi yang tersirat dalam penulisan untuk membedakan bahan yang disajikan sebagai opini dan fakta. 3. Ada interaksi antara penulis dan pembaca, tidak hanya mengerti maksud penulis, tetapi juga harus membandingkan dengan yang anda miliki serta dari penulis-penulis lain. Sementara membaca, Anda perlu menilai isi bacaan dengan membandingkan dengan pengetahuan Anda sendiri. 4. Menerima atau menolak, atau menunda penilaian terhadap apa yang disajikan oleh penulis itu. Anda boleh mempercayai, mencurigai, meragukan, mempertanyakan, atau tidak mempercayai. Pilihan ini tergantung Anda.
Mengingat Lebih Lama *Proses mengingat dan belajar terutama terdiri dari melihat dan mendengar. Informasi yang masuk ke otak  melalui melihat (termasuk membaca) dan mendengar (kuliah, ceramah). Informasi yang masuk ini akan hilang begitu saja atau tersimpan untuk sementara waktu. Yang tersimpan sementara waktu itu berjangka panjang dan berjangka pendek.
Mengerti, Bukan Menghafal *Pada umumnya para siswa sekolah menengah lebih banyak mnghafal kalimat-kalimat atau kata-kata yang tercetak dari pada berusaha memahai artinya. Penguasaan buku pelajaran seperti itu (menghafal) kadang-kadanng memang dianjurkan oleh gurunya. Ada guru yang memberikan penilaian atas dasar kalimat serupa buku yang ditransfer ke kertas ulangan.  *Inti dari belajar dan membaca adalah mengambil hal yang penting dan selama mungkin dapat mengingatnya. Daya ingat kita umumnya hanya mampu mengingat 50% dari apa yang kita baca satu jam berselang dan dalam dua hari berikutnya tinggal 30% saja.
Langkah-Langkah Untuk Mengingat *Langkah-langkah untuk mengingat antara lain: 1. Hadapi bahan dengan tujuan. Jangan asal membaca dan menelan fakta dan data yang ada begitu saja. 2. Survei apa yang perlu diingat, yakni yang berharga untuk diingat. Mengingat sesuatu adalah proses memilih. 3. Cari fakta dan dapatkan dalam hubungannya dengan konteks. Jangan diisolasi. Fakta hadir dalam pengertian, keseluruhan, membentuk pengertian yang bulat. 4. Kaitkan dan bangunlah apa yang Anda baca itu dengan apa yang telah Anda ketahui, sehingga pengtahuan Anda tentang sesuatu itu menjadi lebih mendalam. 5. Jika membaca perhatikan apa-apa yang penting untuk Anda: (a) sehubungan dengan minat Anda, (b) bertalian dengan pengalaman Anda, (c) berkaitan dengan masalah yang Anda hadapi, dan (d) berhubungan dengan nilai-nilai yang Anda anut. 6. Lihatlah setiap Anda membaca: apa yang perlu diingat? Untuk diri Anda. Untuk kolega Anda. Untuk keluarga Anda. Untuk memperkaya nilai-nilai yang Anda miliki. 7. Apabila pada waktu membaca Anda menemukan hal yang berharga untuk diingat, berhentilah sejenak, dan tanyakan pada diri Anda kenapa demikian, dan seterusnya. 8. Perhatikan bagaimana fakta itu disajikan. Fakta dikemas dalam paragraf. Ada yang secara kronologis, ada yang dihubungkan analoginya, dan ada pula yang dibandingkan. 9. Bertanyalah pada diri Anda: mengapa penulis mencantumkan fakta-fakta itu? Apa hubungannya dengan konteks? Perlukah fakta itu untuk saya? Ya, mengapa? Cukup akuratkah fakta itu?
Membuat Catatan *Mencatat adalah bagian dari suatu proses belajar bagi siswa, baik belajar di kelas maupun belajar mandiri, misalnya membaca dan meringkas buku atau membuat catatan dari buku. *Beberapa alasan dalam membuat catatan: (1) karena informasi atau ide yang dikandung dalam bacaan itu kita perlukan, (2) karena kita tidak dapat mencoret-coret buku (pinjaman, dan lain-lain), dan (3) untuk memudahkan mencari kembali bila kita memerlukan pokok yang kita perlukan itu. *Beberapa kegunaan dalam membuat catatan atas bacaan yang kita hadapi dapat disebutkan sebagai berikut: 1. Untuk membantu melihat struktur apa yang dibaca. 2. Untuk mengambil pokok yang menarik, berguna, atau sesuatu yang diperlukan. 3. Untuk mengingat-ingat yang perlu diingat. 4. Untuk mengacu kembali beberapa waktu kemudian. 5. Untuk membantu konsentrasi kita dan memudahkan apa yang kita baca.
Pengertian Membaca *Membaca merupakan suatu kegiatan atau proses kognitif yang berupaya untuk menemukan berbagai informasi yang terdapat dalam tulisan. *Membaca adalah memahami lambang/tanda/tulisan yang bermakna. Jadi yang kita baca adalah kumpulan huruf yang telah membentuk kata, kelompok kata (frasa), kalimat, paragraph, dan wacana yang utuh. *Farr (1984:5) mengemukakan “reading is the heart of education” yang artinya membaca merupakan jantung pendidikan. *Anderson (1972:209-210) bahwa membaca adalah suatu proses penyandian kembali dan pembacaan sandi. Pembacaan sandi tersebut merupakan suatu penafsiran atau interprestasi terhadap ujaran dalm bentuk tulisan, sedangkan istilah penyandiaan kembali digunakan untuk menggantikan membaca karena mula2 lambang tertulis diubah menjadi bunyi, baru kemudian sandi itu dibaca.