Tuesday, June 19, 2012

PROFESI SEORANG KEGURUAN


GURU ADALAH SEBAGAI SEORANG PRROFESI

Guru adalah profesi yang mempersiapkan sumber daya manusia untuk menyongsong pembangunan bangsa dalam mengisi kemerdekaan. Guru dengan segala kemampuannya dan daya upayanya mempersiapkan pembelajaran bagi peserta didiknya. Sehingga tidak salah jika kita menempatkan guru sebagai salah satu kunci pembangunan bangsa menjadi bangsa yang maju dimasa yang akan datang. Dapat dibayangkan jika guru tidak menempatkan fungsi sebagaimana mestinya, bangsa dan negara ini akan tertinggal dalam kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang kian waktu tidak terbendung lagi perkembangannya. 2
. Tugas sosial
Misi yang diemban guru adalah misi kemanusiaan. Mengajar dan mendidik adalah tugas memanusiakan manusia. Guru punya tugas sosial. Menurut Langeveld, 1955 " Guru adalah seorang penceramah jaman". Lebih seram lagi tulisan Ir, Soekamo tentang " Guru dalam Masa Pembangunan". Dia menyebutkan pentingnya guru dalam masa pembagunan. Tugas guru adalah mengabdi kepada masyarakat. Oleh karena itu tugas guru adalah tugas pelayanan manusia [gogos Humaniora).
3. Tugas profesional
Sebagai suatu profesi, guru melaksanakan peran profesi [profesional role]. Sebagai peran profesi, guru memiliki kualifikasi profesional, seperti yang telah dikernukakan, kualifikasi profesional itu antara lain ;menguasai pengetahuan yang diharapkan sehingga ia dapat memberi sejumlah pengetahuan kepada siswa dengan hasil yang baik

Profesi adalah suatu pekerjaan yang dalam melaksanakan tugasnya memerlukan/menuntut keahlian (expertise), menggunakan teknik-teknik ilmiah, serta dedikasi yang tinggi. Keahlian diperoleh dari lembaga pendidikan yang khusus diperuntukkan untuk itu dengan kurikulum yang dapat dipertanggungjawabkan.
Ciri-ciri profesi, yaitu adanya:
1.        standar unjuk kerja;
2.        lembaga pendidikan khusus untuk menghasilkan pelaku profesi tersebut dengan standar kualitas akademik yang bertanggung jawab;
3.        organisasi profesi;
4.        etika dan kode etik profesi;
5.        sistem imbalan;
6.        pengakuan masyarakat.
Profesi Keguruan
Pada dasarnya profesi guru adalah profesi yang sedang tumbuh. Walaupun ada yang berpendapat bahwa guru adalah jabatan semiprofesional, namun sebenarnya lebih dari itu. Hal ini dimungkinkan karena jabatan guru hanya dapat diperoleh pada lembaga pendidikan yang lulusannya menyiapkan tenaga guru, adanya organisasi profesi, kode etik dan ada aturan tentang jabatan fungsional guru (SK Menpan No. 26/1989).
Usaha profesionalisasi merupakan hal yang tidak perlu ditawar-tawar lagi karena uniknya profesi guru. Profesi guru harus memiliki berbagai kompetensi seperti kompetensi profesional, personal dan sosial.

Ciri-ciri Profesi Keguruan

Ciri-ciri jabatan guru adalah sebagai berikut.
1.        Jabatan yang melibatkan kegiatan intelektual.
2.        Jabatan yang menggeluti suatu batang tubuh ilmu yang khusus.
3.        Jabatan yang memerlukan persiapan profesional yang lama (dibandingkan dengan pekerjaan yang memerlukan latihan umum belaka).
4.        Jabatan yang memerlukan latihan dalam jabatan yang berkesinambungan.
5.        Jabatan yang menjanjikan karier hidup dan keanggotaan yang permanen.
6.        Jabatan yang menentukan baku (standarnya) sendiri.
7.        Jabatan yang lebih mementingkan layanan di atas keuntungan pribadi.
8.        Jabatan yang mempunyai organisasi profesional yang kuat dan terjalin erat.

Latar Belakang Profesi Keguruan

Jabatan guru dilatarbelakangi oleh adanya kebutuhan tenaga guru. Kebutuhan ini meningkat dengan adanya lembaga pendidikan yang menghasilkan calon guru untuk menghasilkan guru yang profesional. Pada masa sekarang ini LPTK menjadi satu-satunya lembaga yang menghasilkan guru. Walaupun jabatan profesi guru belum dikatakan penuh, namun kondisi ini semakin membaik dengan peningkatan penghasilan guru, pengakuan profesi guru, organisasi profesi yang semakin baik, dan lembaga pendidikan yang menghasilkan tenaga guru sehingga ada sertifikasi guru melalui Akta Mengajar. Organisasi profesi berfungsi untuk menyatukan gerak langkah anggota profesi dan untuk meningkatkan profesionalitas para anggotanya. Setelah PGRI yang menjadi satu-satunya organisasi profesi guru di Indonesia, kemudian berkembang pula organisasi guru sejenis (MGMP).

Ruang Lingkup Profesi Keguruan

Ruang lingkup layanan guru dalam melaksanakan profesinya, yaitu terdiri atas (1) layanan administrasi pendidikan; (2) layanan instruksional; dan (3) layanan bantuan, yang ketiganya berupaya untuk meningkatkan perkembangan siswa secara optimal.
Ruang lingkup profesi guru dapat pula dibagi ke dalam dua gugus yaitu gugus pengetahuan dan penguasaan teknik dasar profesional dan gugus kemampuan profesional.
Kompetensi Kepribadian
Kompetensi kepribadian merupakan sejumlah kompetensi yang berhubungan dengan kemampuan pribadi dengan segala karakteristik yang mendukung terhadap pelaksanaan tugas guru.
Beberapa kompetensi kepribadian guru antara lain sebagai berikut.

1.        Beriman dan bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa.
2.        Percaya kepada diri sendiri.
3.        Tenggang rasa dan toleran.
4.        Bersikap terbuka dan demokratis.
5.        Sabar dalam menjalani profesi keguruannya.
6.        Mengembangkan diri bagi kemajuan profesinya.
7.        Memahami tujuan pendidikan.
8.        Mampu menjalin hubungan insani.
9.        Memahami kelebihan dan kekurangan diri.
10.     Kreatif dan inovatif dalam berkarya.

Kompetensi Sosial Guru

Kompetensi sosial merupakan kemampuan guru untuk menyesuaikan diri kepada tuntutan kerja dan lingkungan sekitar pada waktu membawakan tugasnya sebagai guru. Peran yang dibawa guru dalam masyarakat berbeda dengan profesi lain. Oleh karena itu, perhatian yang diberikan masyarakat terhadap guru pun berbeda dan ada kekhususan terutama adanya tuntutan untuk menjadi pelopor pembangunan di daerah tempat guru tinggal.
Beberapa kompetensi sosial yang perlu dimiliki guru, antara lain berikut ini.
1.        Terampil berkomunikasi dengan peserta didik dan orang tua Peserta didik.
2.        Bersikap simpatik.
3.        Dapat bekerja sama dengan BP3.
4.        Pandai bergaul dengan Kawan sekerja dan Mitra Pendidikan.
5.        Memahami Dunia sekitarnya (Lingkungan).

Komponen-komponen Kompetensi Profesional

Kompetensi Profesional guru adalah sejumlah kompetensi yang berhubungan dengan profesi yang menuntut berbagai keahlian di bidang pendidikan atau keguruan. Kompetensi profesional merupakan kemampuan dasar guru dalam pengetahuan tentang belajar dan tingkah laku manusia, bidang studi yang dibinanya, sikap yang tepat tentang lingkungan PBM dan mempunyai keterampilan dalam teknik mengajar.
Beberapa komponen kompetensi profesional guru adalah berikut ini.
1.        Penguasaan Bahan Pelajaran Beserta konsep-konsep.
2.        Pengelolaan program belajar-mengajar.
3.        Pengelolaan kelas.
4.        Pengelolaan dan penggunaan media serta sumber belajar.
5.        Penguasaan landasan-landasan kependidikan.
6.        Kemampuan menilai prestasi belajar-mengajar.
7.        Memahami prinsip-prinsip pengelolaan lembaga dan program pendidikan di sekolah.
8.        Menguasai metode berpikir.
9.        Meningkatkan kemampuan dan menjalankan misi profesional.
10.     Memberikan bantuan dan bimbingan kepada peserta didik.
11.     Memiliki wawasan tentang penelitian pendidikan.
12.     Mampu menyelenggarakan penelitian sederhana untuk keperluan pengajaran.
13.     Mampu memahami karakteristik peserta didik.
14.     Mampu menyelenggarakan Administrasi Sekolah.
15.     Memiliki wawasan tentang inovasi pendidikan.
16.     Berani mengambil keputusan.
17.     Memahami kurikulum dan perkembangannya.
18.     Mampu bekerja berencana dan terprogram.
19.     Mampu menggunakan waktu secara tepat.

Hubungan antara Penguasaan Materi dan Kemampuan Mengajar

Penguasaan Materi menjadi landasan pokok seorang guru untuk memiliki kemampuan mengajar. Penguasaan materi seorang guru dilakukan dengan cara membaca buku-bulu pelajaran. Kemampuan penguasaan materi mempunyai kaitan yang erat dengan kemampuan mengajar guru, semakin dalam penguasaan seorang guru dalam materi/bahan ajar maka dalam mengajar akan lebih berhasil jika ditopang oleh kemampuannya dalam menggunakan metode mengajar.
Penguasaan bahan ajar dapat diawali dengan mengetahui isi materi dan cara melakukan pendekatan terhadap materi ajar.
Guru yang menguasai bahan ajar akan lebih yakin di dalam mengajarkan materi, senantiasa kreatif dan inovatif dalam metode penyampaiannya.

Keputusan Situasional dan Transaksional

Keputusan situasional menyangkut keputusan tentang apa dan bagaimana pengajaran akan diwujudkan berdasarkan analisis situasi (tujuan yang ingin dicapai, bahan yang akan disampaikan, waktu serta fasilitas yang tersedia dan perilaku bawaan siswa).
Keputusan situasional diambil guru ketika menyusun persiapan tertulis dalam bentuk satuan pelajaran (satpel).
Keputusan transaksional merupakan penyesuaian yang dilakukan oleh guru yang berkaitan dengan pelaksanaan dari keputusan situasional berdasarkan balikan yang diperoleh guru dari interaksinya dengan siswa maupun dari interaksi antar siswa dalam PBM yang sedang berlangsung.
Keputusan transaksional diambil karena adanya perubahan situasi dan kondisi yang berkembang dalam melaksanakan PBM.
Peran Guru dalam Pengembangan Rancangan Pembelajaran
Proses pembelajaran merupakan proses inkuiri dan reflektif, yang menekankan pentingnya pengalaman dan penghayatan guru terhadap proses itu. Rancangan pembelajaran harus dikembangkan atas dasar tujuan-tujuan instruksional yang berorientasi kepada perkembangan siswa. Perkembangan adalah tujuan pembelajaran. Rancangan pembelajaran baik rancangan jangka pendek maupun jangka panjang mencakup komponen-komponen: (a) Analisis kurikulum, (b) tujuan instruksional, (c) rencana kegiatan, (d) rencana evaluasi.

Peran Guru dalam Pelaksanaan Pembelajaran dan Manajemen Kelas

1.        Pembelajaran yang efektif terwujud dalam perubahan perilaku peserta didik baik sebagai dampak instruksional maupun dampak pengiring. Proses pembelajaran berlangsung dalam suatu adegan yang perlu ditata dan dikelola menjadi suatu lingkungan atau kondisi belajar yang kondusif.
2.        Pendekatan pluralistik dalam manajemen kelas memadukan berbagai pendekatan, dan memandang manajemen kelas sebagai seperangkat kegiatan untuk mengembangkan dan memelihara lingkungan belajar yang efektif.
3.        Masalah pengajaran dan manajemen kelas adalah dua hal yang dapat dibedakan tetapi sulit dipisahkan. Keduanya saling terkait; manajemen kelas merupakan prasyarat bagi berlangsungnya proses pembelajaran yang efektif.
4.        Lingkungan belajar dikembangkan dan dipelihara dengan memperhatikan faktor keragaman dan perkembangan peserta didik. Manajemen kelas dikembangkan melalui tahap-tahap: perumusan kondisi ideal, analisis kesenjangan, pemilihan strategi, dan penilaian efektivitas strategi.
5.        Penataan lingkungan fisik kelas merupakan unsur penting dalam manajemen kelas karena memberikan pengaruh kepada perilaku guru dan peserta didik

Peran Guru dalam Evaluasi Pembelajaran

Evaluasi adalah proses memperoleh informasi untuk membentuk judgment dalam pengambilan keputusan. Informasi yang diperlukan untuk kepentingan evaluasi dijaring dengan teknik-teknik inkuiri, observasi, analisis, tes. Pemilihan teknik yang digunakan didasarkan atas jenis informasi yang harus diungkap sehingga dalam suatu evaluasi bisa digunakan berbagai teknik sekaligus. Pengolahan hasil pengukuran atas hasil belajar dimaksudkan untuk mengevaluasi proses dan hasil belajar

Peran Guru dalam Memahami Perkembangan Siswa sebagai Dasar Pembelajaran

Selagi pembelajaran merupakan proses pengembangan pribadi siswa maka perkembangan siswa harus menjadi dasar bagi pembelajaran. Aspek-aspek perkembangan siswa yang mencakup perkembangan fisik dan motorik, kognitif, pribadi, dan sosial mempunyai implikasi penting bagi proses pembelajaran. Implikasi itu menyangkut pengembangan isi dan strategi pembelajaran, dan kerja sama sekolah dengan orang tua.
Pengertian dan Tujuan Bimbingan dan Konseling
1.        Bimbingan dapat diartikan sebagai “proses membantu individu untuk mencapai perkembangan optimal”.
2.        Konseling diartikan sebagai “proses membantu individu (klien) secara perorangan dalam situasi hubungan tatap muka, dalam rangka mengembangkan diri atau memecahkan masalah yang dihadapinya”.
3.        Konseling merupakan salah satu jenis layanan bimbingan, yang dipandang inti dari keseluruhan layanan bimbingan.
4.        Bimbingan dan konseling bertujuan untuk membantu individu atau peserta didik agar dapat mengembangkan kepribadiannya secara optimal, baik menyangkut aspek fisik, intelektual, emosional, sosial maupun moral-spiritual.

Fungsi, Asas, dan Prinsip Bimbingan

1.        Sebagai proses pemberian bantuan kepada individu (siswa), bimbingan berfungsi sebagai upaya (a) pemahaman,(b) pencegahan, (c) pengembangan, dan (d) perbaikan.
2.        Bimbingan diselenggarakan berdasarkan prinsip-prinsip (a) individu atau peserta didik sedang berada dalam proses berkembang, (b) sasaran bimbingan adalah semua peserta didik, (c) mempedulikan semua aspek perkembangan, (d) kemampuan peserta didik merupakan dasar bagi penentuan pilihan, (e) bimbingan merupakan bagian terpadu pendidikan, dan (f) bantuan yang diberikan sebagai upaya mengembangkan kemampuan peserta didik merealisasikan dirinya.
3.        Penyelenggaraan bimbingan yang profesional harus mempedulikan asas-asas, seperti kerahasiaan, keterbukaan, keahlian, kedinamisan, dan tut wuri handayani.
Bidang dan Jenis-jenis Layanan Bimbingan
1.        Penyelenggaraan bimbingan itu, meliputi bidang-bidang pribadi, sosial, akademik, dan karier.
2.        Jenis-jenis layanan bimbingan, meliputi orientasi, informasi, pembelajaran, bimbingan kelompok, penempatan dan penyaluran, konseling perorangan, dan konseling kelompok
Hubungan Bimbingan dengan Pendidikan
Pendidikan akan terselenggara dengan baik, apabila ditunjang oleh komponen-komponennya yang meliputi bidang kepemimpinan atau administrasi, pengajaran, dan layanan pribadi siswa atau bimbingan. Melalui bimbingan, proses pendidikan dapat memfasilitasi berkembangnya aspek-aspek atau karakteristik pribadi siswa secara optimal.

Peran Kepembimbingan Guru dalam Pembelajaran di Sekolah
Sesuai dengan sifat dan karakteristik perkembangan anak sekolah, bimbingan dan konseling di sekolah lebih efektif menjadi bagian terpadu dari tugas guru BP. Bimbingan di sekolah dilaksanakan secara terpadu dalam proses pembelajaran, kecuali hal-hal yang memerlukan penanganan khusus.
Dalam proses pembelajaran di sekolah guru perlu menampilkan peran kepemimpinan dengan jalan menciptakan iklim atau suasana pembelajaran yang bermuatan/bernuansa bimbingan. Dalam proses pembelajaran itu guru berperan tidak hanya sebatas menyampaikan bahan ajar, tetapi sekaligus mengembangkan perilaku-perilaku efektif baik yang berkenaan dengan perilaku belajar, pribadi, sosial maupun karir.
Membantu Siswa Bermasalah
Masalah yang dihadapi siswa dapat dibedakan ke dalam masalah belajar dan masalah bukan belajar. Akan tetapi biasanya masalah tersebut bermuara menjadi kesulitan belajar. Kesulitan belajar siswa dapat diidentifikasi dengan melakukan tes hasil belajar, tes kemampuan dasar, pengamatan kebiasaan belajar.
Faktor-faktor yang menimbulkan kesulitan belajar bisa digolongkan ke dalam faktor eksternal dan internal. Ada beberapa teknik membantu siswa yang kesulitan belajar, yaitu (1) pengajaran perbaikan, (2) pengayaan, (3) peningkatan motivasi belajar, (4) peningkatan keterampilan belajar, (5) pengembangan sikap dan kebiasaan belajar yang efektif.

Pengembangan Program Bimbingan di Sekolah

Ada 4 komponen inti dalam program bimbingan, yaitu (1) Layanan dasar umum, (2) Layanan responsif, (3) Layanan perencanaan individual, dan (4) Pendukung sistem. Layanan dasar umum adalah layanan yang diarahkan untuk membantu seluruh murid mengembangkan perilaku-perilaku yang harus dikuasai untuk jangka panjang. Layanan responsif adalah layanan membantu murid mengatasi masalah atau mengembangkan perilaku yang menjadi kebutuhan pada saat ini dan harus segera dilayani. Layanan perencanaan individual diarahkan untuk membantu murid merencanakan pendidikan, karir dan pengembangan pribadi.
Filed under: GURU BAB I
PENDAHULUAN
a. Latar Belakang
A.1 Rancangan sikap, pada tingkah laku guru yang profesional
Guru sebagai pendidik profesional mempunyai citra yang baik dimasyarakat apabila dapat menunjukan pada masyarakat bahwa ia layak menjadi panutan atau teladan masyarakat sekelilingnya. Masyarakat terutama akan melihat bagaimana sikap dan perbuatan guru itu sehari-hari, apakah memang ada yang patut di teladani /tidak. Bagaimana guru meningkatkan pelayanan, meningkatkan pengetahuannya, memberi arahan dan dorongan kepada anak didiknya, dan bagaimana cara guru berpakaian dan berbicara serta cara bergaul baik dengan siswa, teman-temanya serta anggota masyarakat, sering menjadi perhatian masyarakat luas.
A.2 Pengertian profesi, hakikat profesi, ciri-ciri profesi.
Profesi adalah suatu pekerjaan yang memerlukan pengetahuan dan
keterampilan yang berkualitas tinggi dalam mengabdi untuk mencapai
kesejahteraan.
Melayani masyarakat merupakan karir yang akan dilaksanakan sepanjang
hayat (tidak berganti-ganti pekerjaan).
Memerlukan bidang ilmu dan keterampilan tertentu diluar jangkauan
khalayak ramai (tidak semua orang dapat melakukannya)
Menggunakan hasil penelitian dan aplikai dari teori ke praktek.
Memerlukan pelatihan khusu dengan waktu yang panjang.
HAKIKAT PROFESI
Melakukan pelayanan dan pengabdian yang dilandasi dengan
kemampuan dan filsafat yang baik dan mantapMenampakkan keterampilan teknis yang didukung oleh pengetahuan
sikap kepribadian yang dilandasi oleh nilai-nilai/norma-norma perilaku
anggota.
CIRI-CIRI PROFESI
Apabila seseorang berbicara seperti mempunyai daftar teori yang
sistematis.
Kewenangan diakui oleh masyarakat.
Agar kebudayaan profesi yang terdiri atas norma atau kode etik.
A.3 Unsur-unsur profesi, kode etik
Unsur-unsur Profesi
Memiliki dasar ilmu yang sistematis dari dasar teori maksudnya memiliki
wawasan pengetahuan yang bisa dipertanggung jawabkan berdasarkan
teori yang ada.
Ada sangsi masyarakat
Ada penilaian dari masyarakat atas kemampuannya atau profesi yang
dimilikinya.
Setiap profesi keguruan harus mempunyai norma-
norma yang harus diindahkan oleh setiap anggota profesi didalam melaksanakan tugas profesinya dan dalam hidup masyarakat.
Kewarganegaraan profesi setara dengan sertifikat
tenaga profesi guru.
Kebudayaan profesi
Peraturan profesi.
KODE ETIK
5
Setiap profesi seperti, telah dibicrakan dalam bagian terdahulu harus
mempunyai kode etik profesi dengan demikian, jabatan doktor, notaris, arsitek,
guru, dan lain-lain, yang merupakan bidang pekerjaan profesi mempunyai kode
etik, sama halnya dengan kata profesi sendiri, penafsiran tentang kode etik juga
belum memiliki pengertian yang sama.
b. Permasalahan
a. Guru yang profesional harus menjadi panutan yang baik bagi
masyarakat.
b. Guru harus dapat meningkatkan pelayanan dan pengetahuannya.
c. Sesuatu pekerjaan yang memerlukan pengetahuan dan keterampilan yang berkualitas tinggi dalam mengabdi untuk mencapai kesejahteraan, dan tidak berganti-ganti pekerjaan dalam melayani masyarakat, hasil penelitian dan aplikasi dari teori ke praktek dan memerlukan perhatian khusus dengan waktu yang panjang sehingga disebut dengan profesi.
d. Pelayanan dan pengabdian dilakukan dengan kemampuan dan filsafat yang baik dan mantap, kemampuan teknis dengan pengetahuan sikap kepribadian yang dilandasi oleh nilai-nilai atau norma-norma perilaku anggota sehingga disebut dengan hakikat profesi.
e. Berbicara dengan daftar teori yang sistematis dan kebudayaan profesi terdiri
atas norma atau kode etik yang disebut dengan ciri-ciri profesi.
f. Profesi harus mempunyai kode etik profesi. Jabatan doktor, notaris, arsitek,
guru dan lainnya merupakan bidang pekerjaan profesi mempunyai kode etik.
g. Didalam unsur-unsur profesi memiliki wawasan pengetahuan yang bisa dipertanggung jawabkan berdasarkan teori yang ada. Didalam profesi yang dimilikinya ada penilaian dari masyarakat. Setiap profesi keguruan harus mempunyai norma-norma.
TUJUAN
Agar para peserta didik dapat menjadi siswa siswi yang berkepribadian
6
baik dan pelajaran diberikan oleh guru profesional dapat dicerna dan diterima
dengan baik dan dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.
7
BAB II
PEMBAHASAN
A. Bagaimana rancangan sikap pada tingkah laku guru yang profesional
Meningkatkan pelayanan, meningkatkan pengetahuannya, memberi arahan
dan dorongan kepada anak didiknya, cara berpakaian guru dan cara berbicara
serta cara bergaul baik dengan siswa.
B. Pengertian profesi, hakikat profesi ciri-ciri profesi
profesi adalah pekerjaan yang memerlukan pengetahuan dan keterampilan
yang berkualitas tinggi dalam mengabdi untuk mencapai kesejahteraan.
Hakikat profesi adalah melakukan pelayanan dan pengabdian yang dilandasi
dengan kemampuan dan filsafat yang baik dan mantap.
Ciri-ciri profesi
1. apabila seseorang berbicara seperti memiliki daftar teori yang sistematis.
2.
kewenangan diakui oleh masyarakat
3.
agar kebudayaan profesi yang terdiri atas norma atau kode etik.
C. Apa yang dimaksud dengan unsur-unsur profesi dan kode etik.
Unsur-unsur profesi adalah memiliki dasar ilmu yang sistematis dari dasar teori. Maksudnya, memiliki wawasan pengetahuan yang bisa di pertanggung jawabkan/berdasarkan teori yang ada.
Kode etik adalah norma-norma yang harus diindahkan oleh setiap anggota
profesi di dalam melaksanakan tugas profesinya dan dalam hidupnya
dimasyarakat.
8
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Sikap guru yang profesional yaitu dapat meningkatkan pelayanan, meningkatkan pengetahuan dan selalu memberikan dorongan kepada siswanya. Dan sebagai seorang guru juga dapat memberikan contoh yang baik kepada muridnya seperti yang terdapat pada kode etik guru yang mencantumkan agar perilaku seorang guru dapat dicontoh dan tidak mempunyai perilaku menyimpang agar siswa dapat meniru sifat seorang guru yang teladan.
B. Saran
Supaya guru lebih bersemangat lagi dalam mendidik siswa dan jadilah seorang guru yang profesional supaya bisa menjadikan teladan bagi para muridnya dan dapat memberikan pelayan dan ilm dengan baik.